PENELITIAN BUDAYA RIMPU MAHASISWA FIS UNM LOLOS PIMNAS

Adverst

Setelah melakukan wawancara Endang Nila Hardianti, Suci yati dan Khusnul Khatimah.
Setelah melakukan wawancara Endang Nila Hardianti, Suci yati dan Khusnul Khatimah.

Mahasiswa FIS UNM yang terdiri dari Suci Yati (ketua), Khusnul Khatimah (anggota), dan Endang Nila Hardiyanti berhasil lolos pada Pekan Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-32 di Bali.

Suci Yati dkk meneliti tentang budaya Rimpu dikalangan anak muda Bima. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pemahaman masyarakat tkhususnya di kalangan anak muda Bima di desa Simpasai Kec. Lambu mengenai Rimpu yang menjadi kebudayaan Dou Mbojo.

Menurutnya budaya Rimpu menarik untuk diteliti karena merupakan bagian budaya lokal khas Bima yang harus diwariskan kepada generasi millenial. Selain itu, budaya Rimpu mengandung falsafah dalam bahasa Bima “Maja Labo Dahu” yang artinya Malu dan Takut. Falsafah ini mengandung makna, bahwa wanita Bima memiliki karakter yang kuat dan budi pekerti serta sangat menjaga martabat dan kehormatannya.

Budaya Rimpu secara historis sudah ada sejak Islam masuk di Bima pada abad ke-17 Masehi. Namun seiring berkembangnya zaman, penggunaan Rimpu sudah mulai dilupakan oleh masyarakat Bima (Mbojo) itu sendiri. Oleh karena itu, budaya Rimpu yang mulai terkikis diperlukan adanya perlakuan khusus atau dalam hal ini perhatian untuk memunculkan dan menghidupkan kembali sebagai budaya asli dou mbojo, serta upaya untuk menginternalisasi budaya tersebut sesuai dengan perkembangan zaman.

Bustan, selaku dosen pembimbing berharap budaya Rimpu bisa diperkenalkan secara umum kepada khalayak dan tetap bisa dilestarikan. Secara khusus, mengharapkan kepada Suci Yati dkk, dapat meraih juara pada PIMNAS yang akan berlangsung di Bali tanggal 27-31 Agustus 2019.*

*Citizen Reporter

Editor: Jumardi @Manusia Lasiai

Bumi Panrita
About Bumi Panrita 86 Articles
Manusia Bugis

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*